Berbakti Kepada Ibu yang Kafir Oleh Abu Hurairah RA

berbakti kepada ibu

Islam telah merubah kehidupan bangsa jahaliyah dulu. Lantas bagaimana caea berbakti kepada ibu yang kafir. Menjadi tantangan tersendiri untuk Sahabat Abu Hurairah. Sang penghafal Hadist ini mencoba segala cara untuk ibunya. Siapa sih yang mau melihat orang tuanya masuk neraka.

Beliau sangat berbakti kepada orang tuanya. Mencoba segala cara untuk menjauhkan kemusyrikan. Namun ibunya tidak pernah merespon baik itu sedikitpun. Ibunya selalu menolak ajakan Abu Hurairah untuk masuk Islam. Hingga Beliau pasrah dan meminta Rasulullah mendoakan ibunya.

Mendoakan Ibu yang Kafir

Berkali- kali Abu Hurairah mencoba mendakwahi ibunya. Namun justru cacian tehadapa Rasulullah yang terdengar. “Karena itu, doakanlah kepada Allah agar berkenan memberi petunjuk kepada ibuku,” ucapnya kepada Rasulullah SAW.

Rasulullah yang mendengarnya sama sekali tak marah. Karena Beliau tau bahwa ibu merupakan sosok yang diutamakan. Dalam Islam menyebut nama ibu sebanyak tiga kali. Bahkan bagi Muslim, ibu lah yang akan menjadi pintu surganya kelak.

Abu Hurairah yang telah kehilangan cara mengadu. Beliau mencari siapa yang mampu menolongnya. Orang yang dekat dengan Allah SWT, sekaligus manusia yang dicintai -Nya. Maka berdoalah Rasulullah SAW agar ibunya berubah.

Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, berikanlah ibu Abu Hurairah petunjuk.”

Ketika Abu Hurairah pulang ke rumahnya terjadi sesuatu. Ketika mendekati pintu rumahnya, ternyata pintunya tertutup. Ibu Abu Hurairah mendengar langkah kaki putranya. Dia pun seraya berkata, “wahai Abu Hurairah, berhenti di tempat mu.”

Terdengarlah suara percikan air dari dalam. Ibunya mandi dan tergesa- gesa memakai penutup kepala. Setelah pintu terbuka, ibunya mengucapkan ikrar keislamanya kepada putranya itu.

“Wahai Abu Hurairah, Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya melainkan Allah dan Aku bersaksi bahwasannya Muhammad saw adalah seorang hamba dan utusan-Nya “.

Siapa yang tidak bahagia mendengar ucapan tersebut. Inilah buah perjuanganya berbakti kepada ibnya yang kafi Beliau pun menuju ke tempat Rasulullah berada. Beliau bersyukur kepada Allah SWT dan memuji nama -Nya yang Maha Agung.

Abu Hurairah pun berkata gembira, “Wahai Rasulullahbergembiralah !, Allah telah mengabulkan doamu dan member petunjuk keapda ibuku “.

Rasulullah pun merasakan kegembiraan sahabatnya itu. Seraya mendoakan ibu Abu Hurairah agar dicintai Allah dan seluruh hamba -Nya.

“Ya Allah anugerahkan rasa cinta orang-orang yang beriman kepadakedua hambamu ini (Abu Hurairah dan Ibundanya) dan keduanya mencintai mereka orang-orang yang beriman “. Sejak saat itu, tidak seorang mukminpun yang mendengar suaraku dan tidak melihatku kecuali mencintaiku “. (HR. Muslim).

Dalam sebuah kajian mengatakan inilah caranya. Upayakan segala cara untuk membantu orang tua kita. Jangalah perlakukan mereka dengan buruk, walau mereka mengucapkan keburukan kepada anda. Tetaplah tingga bersama mereka yang melahirkan dan mengasuh anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *