Nama- Nama Musuh Allah yang Mati di Perang Badar

perang badar

Islam mendapat pertentangan dari masyarakat Mekkah. Inilah nama- nama musuh Allah itu begitu terkenal. Mereka para musuh Allah yang mati di Perang Badar. Kondisi Mekkah yang semakin tak aman bagi Umat Muslim. Nabi Muhammad memutuskan berhijrah, dengan petunjuk Allah sampai lah ke Kota Madinah.

Kota tetangga Mekkah itu dikenal sebagai kota agrari. Penduduknya banyak yang bekerja sebagai petani. Berbeda dengan Mekkah yang dikenal akan perdagangannya. Namun berkat kedatangan Islam berubahlah ekonominya menjadi maju. Kota yang awalnya bernama Yastrib, lalu diubah menjadi Madinah sebagai doa.

Nama- Nama Musuh Allah itu

Di Madinah masyarakatnya begitu terbuka dengan Islam. Pertumbuhan agama baru itu begitu cepat pada masanya. Mereka yang dikenal sebagai Kaum Anshor, memiliki peran yang tidak sedikit untuk kemajuan Islam itu sendiri. Semakin kuatnya Muslim di Madinah bahkan mampu mengalaskan Mekkah.

Mereka bahkan mampu memboikot ekonomi Mekkah sendiri. Dengan inilah memakasa Quraish untuk berpikir ulang. Apakah mereka akan menerima Islam atau melawan. Sudah seperti yang diduga Abu Jahal tidak tinggal diam. Maka pecahlah perang antara Umat Muslim dan Kafir Mekkah bernama Perang Badar.

Rasulullah langsung menujuk tempat perang itu terjadi. Disanalah darah nama- nama musuh Allah mati. “Lihatlah Mekkah! Ia telah melemparkan kepada kalian potongan- potongan hatinya,” ucap Rasulullah menjadi pertanda. Peperangan telah tiba dimana musuh Allah yang mati di Perang Badar siap.

Rasulullah SAW menunjuk satu per- satu titik. Di lembah bergurun itulah nama- nama musuh Allah yang mati. Semua ucapan Beliau menjadi kenyataan. Tidak satupun meleset, tepat dengan nama- namanya sesuai dengan yang ditunjuk.

Umar bin Khaththab bercerita, “Sebelum Perang Badar dimulai, Rasulullah berjalan di sekitar medan perang dan menunjuk ke beberapa tempat sambil berkata, Abu Jahal akan terbunuh di sini, Utbah di sini, Shayba di sini, Walid di sini, dan sebagainya. Demi Allah SWT, setelah perang selesai kami menemukan jenazah mereka persis di tempat yang beliau sebutkan tadi.” (HR. Muslim)

Abu Jahal yang sombong itupun mati dengan kepala terpenggal. Ironisnya sebab kematiannya karena dua orang anak. Matinya dalam penolakan untuk mempercayai bahwa Islam menang. Kepalanya terlepas dari tubuhnya melalui pedang Abdullah bin Masud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *