Ketika Abu Sufyan Mengakui Nabi Muhammad

abu sufyan mengakui nabi muhammad

Apakah anda tau sebenarnya beberapa orang Quraish percaya. Inilah ketika Abu Sufyan mengakui Nabi Muhammad. Bahkan dia berani membantah istrinya sendiri, Hindun binti Utbah. Pria yang bernama lengkap Abu Sufyan bin Harb awalnya bukanlah pemuka Quraish ternama.

Namun semenjak kematian para pemimpin Quraish. Ditunjuknya ia menjadi jalan bagi Islam untuk masuk ke Mekkah. Bahkan mampu mengislamkan istrinya Abu Sufyan sendiri. Wanita yang bernama Hindun yang dikenal sebagai pemakan jantung paman Rasulullah.

Iman Seorang Abu Sufyan

Alkisah, pada suatu siang hari di tanah lapang, sebuah keluarga tengah melakukan perjalanan. Mereka adalah Abu Sufyan dan Hindun, bersama putranya yang bernama Muawiyah. Anaknya yang masih kecil itu duduk di atas unta yang berada di depan mereka.

Hingga tiba- tiba muncul Rasulullah SAW di depan mereka. Ada apa gerangan Beliau muncul seketika di depan mereka. Tanpa berbicara sepatah katapun kepada Nabi Muhammad, Abu Sufyan langsung meminta anaknya yang masih kecil turun.

“Turunlah, hai Muawiyah, supaya Muhammad bisa menaiki kendaraanmu,” ketika Abu Sufyan mengakui Nabi Muhammad.

Tidak ada ucapan apapun keluar dari istrinya. Sepasang suami istri ini jalan dengan tenang dibelakang Nabi Muhammad. Bersama anak mereka yang masih kecil, keduanya tampak tidak prostes apapun. Dengan berjalan santai Rasulullah menunggangi unta Muawiyah.

Beberapa waktu, Rasulullah menolah ke belakang dan berkata kepada mereka.

“Wahai Abu Sufyan bin Harab dan Hindun binti ‘Utbah! Demi Allah, kalian pasti akan mati dan akan dibangkitkan. Yang berbuat kebajikan pasti akan masuk surga dan yang berbuat keburukan pasti masuk neraka. Aku berkata kepada kalian dengan benar dan kalian adalah orang pertama yang aku beri peringatan!”

Beliau lalu menyampaikan Surah Fushshilat [41]: 1-11 kepada keduanya. Begitu selesai Abu Sufyan bertanya kepada Beliau. “Apakah engkau sudah selesai, wahai Muhammad?” ucapnya. Kemudian Rasulullah berkata “iya”, dan turunlah Beliau dari unta dan beranjak pergi.

Muawiyah kecil kembali didudukan di atas unta itu. Sepesang suami istri ini kemudian berbincang. Jujur Hindun merasa aneh karena membiarkan tukang sihir itu (merujuk kepada Nabi Muhammad). “Apakah karena tukang sihir ini kau turunkan anakku dari atas keledainya?”

“Tidak! Demi Allah, dia bukan tukang sihir dan bukan pembohong!” inilah ketika Abu Sufyan mengakui Nabi Muhammad, namun belum mengimani Allah dan Rasul Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *