Khalifah Abu Bakar Sang Penerus Rasulullah

khalifah abu bakar

Memimpin Islam bukanlah perkara mudah bagi Sahabat. Khalifah Abu Bakar yang meneruskan perjuangan Rasulullah. Sang penerus yang berada diantara keraguan akan diri sendiri, dan masyarakat yang ragu pasca meninggalnya Rasulullah SAW.

“Jika aku mengambil Sahabat terdekat selain Rabb ku, aku akan memilih mengambil Abu Bakar sebagai Sahabat.”

Seperti yang kita bahas pada artikel yang lain. Siapakah Sahabat terdekat Nabi Muhammad ialah Beliau. Bahkan ketika terjadi salah paham antara Abu Bakar dan Umar bin Khattab; Rasulullah langsung membelanya.

Nabi meyakini bahwa Sahabatannya itu dalam kebenaran. Kalaupun Beliau salah maka Rasulullah yakin akan Akhlaknya. Beliau pasti akan meminta maaf dan memaafkan. Bahkan Abu Bakar merasa sangat takut ketika tau Umar mungkin dihukum.

Beliau bukan cuma Sahabat terdekat satu orang. Tetapi Abu Bakar adalah sosok Sahabat kita semua. Contoh yang terbaik dalam persahabatan ialah mencontohnya. Ingat ketika Abu Bakar rela dirinya disengat kalajengking demi Rasulullah?

Khalifah Abu Bakar Berjuang Mempersatukan Umat

Ketika Nabi Muhammad akan menghembuskan nafas terakhirnya. Abu Bakar tidak berada di tempat. Dari rumah Beliau berlari mendengar keadaan yang memburuk. Beliau berlari kencang mendengar Sahabatnya jatuh sakit di rumah Aisyah RA.

Ketik Rasulullah wafat, Abu Bakar belum sampai di rumah Beliau, di rumah tempat tinggal putrinya, Asiyah. “Betapa hidup mu penuh keberkahan dan betapa bahagia diri mu dalam kematian,” ucap Abu Bakar sembari mencium pipi Rasulullah.

Kini Sahabat terbaiknya dan gurunya telah tiada di dunia. Ketika Beliau keluar dari rumah Aisyah dan mengabarkan berita. Tiada satupun yang percaya, Umat Muslim di Madinah menolak mempercayai. Bagaimana mungkin Beliau bisa meninggal?

Beliau, Muhammad, adalah pilihan Allah yang dilindungi dari segala bahaya. Yang doanya pasti terkabul karena cinta Allah kepadanya. Sang penyampai Risalah dan pembimbing umat manusia dari kehidupa barbar. Bagaimana mungkin bisa meninggal?

Bahkan Umar bin Khattab menolak percaya akan itu. Beliau yang dikenal kuat runtuh tenaganya mendengar itu. Sahabat yang dikenal akan kekuatannya, akhirnya kehilang kesabaran dan mengakat pedangnya untuk menantang siapapun yang berkata itu.

Abu Bakar dengan lembut mendorongnya ke belakang, berdiri dihadapan Muslim Madinah, dan berkata kepada mereka.

“Hai orang- orang, yang percaya kepada Muhammad, tahan diri kalian! Muhammad benar telah wafat. Tetapi siapapun yang menyembah Allah, bertahanlah! Allah itu hidup dan tidak akan pernah mati.”

Untuk menenangkan Umat Muslim kala itu tidak lah mudah. Agar mereka tetap berpegang kepada Akidahnya. Abu Bakar membacakan satu ayat Al Quran kepada mereka.

“Dan Muhammad itu adalah seorang Rasul. Banyak Rasul telah meninggal sebelumnya; jika kemudian dia meninggal atau terbunuh, apakah kamu akan berbalik arah?” (3:144)

Menendengar ini orang- orang merasakan kelegaan. Seperti obat penenang dan pemberi semangat bagi Akidah mereka. Maka saat- saat kritis telah dilalui bagi Umat Islam. Tetapi masalah baru telah menunggu di hadapan mereka.

Siapakah yang akan memimpin Umat Islam? Setelah diskusi mengenai itu mendapatkan kesimpulan satu. Dia lah Abu Bakar As Shidiq yang akan dipilih menjadi pemimpin. Khalifah Abu Bakar yang menjadi penerus kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Khalifah Abu Bakar Menghadapi Permasalahan

Semenjak diangkat menjadi pemimpin Umat Islam banyak masalah. Ketika berita mengenai wafatnya Rasulullah terdengar. Tidak sedikit yang menjadi penghianat dan menolak membayar zakat, yang mana semua karena adanya Nabi Muhammad.

Seperti yang diduga bahwa pengakua Nabi bermunculan. Mereka itu yang bukan hanya mengakui pemimpin Islam. Mereka- mereka yang mengaku dirinya adalah Nabi. Disisi lain, Roma dan Persia, mulai melirik kebangkitan kepemimpinan Islam.

Dengan segala masalah yang dihadapi, banyak Sahabat yang terdekat, bahkan Umar bin Khattab menyarankan menahan. Abu Bakar mendapat usulan untuk menunda penarikan zakat. Tetapi Abu Bakar bersikeras zakat layaknya Sholat.

Umar dan lainnya menyadari akan kesalahannya. Untuk menghadapai para pemberontak Islam harus siap. Maka Abu Bakar memerintahkan bertahan dari serangan musuh. Beliau sendiri yang berada di depan untuk memimpin pasukan.

Para Nabi palsu dan pengikutnya juga diperangi, kebanyak mereka lalu kembali dan mengakui Islam. Sementara itu masalah Kekaisaran Roma sudah lama bahkan ketika Rasul hidup. Sebelum Rasulullah SAW wafat, sempat untuk mengirim pasukan.

Pasukan yang akan dipimpin oleh Usama, putra seorang hamba sahaya. Jadi ketika akan berangkat tiba- tiba Nabi sakit. Mereka pun tidak jadi berangkat dan bertahan di Madinah. Selepas wafatnya Rasulullah, Khalifah Abu Bakar yang akan memutuskan.

Beliau berkata, “aku akan mengirim pasukan Usama ke tempatnya seperti yang Rasulullah perintahkan, meskipun cuma aku yang setuju.”

Sebuah surat yang berisi kode untuk Usama terkirim. Inilah surat pertama Abu Bakar dalam diplomasi. Surat ini sangat terkenal karena menjunjung apa yang diajarkan Islam.

“Jangan membelot, ataupun merasa bersalah karena tidak patuh. Jangan bunuh orang tua, wanita ataupun anak- anak. Jangan merusak pohon kurma atau memotong pohon apapun. Jangan membunuh domba, sapi, atau unta kecuali untuk makan. Kamu akan bertemu dengan mereka yang percaya kebiarawanan. Tinggalkan mareka dan jangan melecehkan mereka.”

Kontribusi Abu Bakar ialah mengumpulkan Ayat- Ayat Al Quran. Beliau yang melengkapi isi Al Quran. Beliau wafat pada 21 Jamaidil Akhir, 13 A.H (23 Agustus 634 AC), di umur 63 tahun, dan dimakamkan di sebelah Sahabat tercintanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *