Kisah Tukang Becak Naik Haji Inspirasi ke Tanah Suci

tukang becak naik haji

Mencari inspirasi ke Tanah Suci disini lah infonya. Ini kisah tukang becak naik Haji. Bukan cerita fiksi seperti tukang bubur naik Haji. Bukanlah salah satu cerita sinetron di televisi yang kita tonton. Inilah kisah tukang becak naik Haji yang bernama Abdullah.

Cerita lainnya yang bernama Rumiyen tukang lontong. Bukanlah rekaan dari sutradara melainkan kehendak Rabb kita. Allah yang memberikan inspirasi ke tanah suci kita. Bukanlah cerita orang yang mendapatkan hadiah Haji hari itu juga.

Kisah Nyata Niat Berhaji Terkabul

Niat yang kuat mendorong Abdullah bekerja keras. Kisah tukang becak naik Haji yang didasari niat dan kemauan. Pria itu biasa mangkal di simpang jalan dekat rumahnya di Klanceng, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kota Jember, Jawa Timur.

Tiga puluh tahun dirinya bekerja untuk menafkahi keluarga. Pria 63 tahun pas- pasan memberi makan seharinya. Lantas bagaimana dia bisa naik Haji nantinya? Sejak awal dia memang bertekat bekerja untuk berangkat ke Tanah Suci.

Ia mengutarakan itu kepada rekan- rekan tukang becaknya. Tentu mereka mengejek Pak Abdullah yang pemimpi. Mana bisa tukang becak berangkat Haji dengan biaya sendiri. Namun tekatnya telah bulat sejak awal ia mencari nafkah begini.

Tanpa ada keraguan Pak Abdullah giat bekerja setiap hari. Agar penghasilan meningkat, ia memberikan jasa kirim barang dari toko- toko yang dipesan pelangganya. Uang yang dihasilkan cuma Rp.15- 20 ribu seharian bekerja keras memeras keringat.

Diantaranya bermimpi naik Haji, Abdullah harus tetap bekerja untuk masa depan anaknya. Apakah dia akan menelantarkan keluarganya demi Haji? Tidak, diantara mimpinya untuk bertemu Allah, ia mewujudkan mimpi anaknya.

Mimpi Naik Haji Tanpa Hutang

Rasa syukur begitu terpancar dalam dirinya ketika anaknya lulus. Dia berhasil meluluskan anaknya yang SMA. Disisi lain dia juga berhasil mencicil biaya Haji hingga pasti berangkat. Pria itu mendapatkan kepastian berangkat pada 7 Oktober 2013.

Mereka yang menertawakan dirinya kini tersenyum bangga. Dulu mereka yang meremehkan kini terinspirasi. Kisah tukang becak naik Haji kini nyata adanya. Kisah yang lain tetapi serupa terjadi juga bagi Rumiyem, banyak orang yang tak yakin.

Tukang lontong sayur itu bisa berangkat Haji sekarang. Wanita asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara, masih tidak percaya dirinya berhasil sajauh ini. Ia tak percaya dirinya berhasil menjadi tamu Allah dan bergelar Hajah, pada 1434 Hijriyah lalu.

Keinginan berangkat Haji baru terasa 25 tahun silam. Sempat dihinggapi perasaan ragu karena hanya jualan lontong sayur. Ia tetap yakin suatu saat dia akan berangkat Haji ke Mekkah. Untuk mewujudkan itu ia mulai rajin menabung untuk berhaji.

Dengan segala kemudahan yang diberikan travel. Banyak cara termasuk menabung seperti di travelapm.co.id. Keuntungan berjualan itu dia tabung untuk berangkat. Caranya dikumpulkan kemudian dibelikan emas untuk dijual kembali.

Semenjak mulai mencicil biaya Haji rejekinya meningkat. Aneh memang tapi ia semakin segar dan semangat bekerja. Rejekinya lancar membuatnya bisa melunasi biaya ongkos naik Haji (ONH). Ia pun berangkat pada musim Haji 1434 H.

Banyak kisah orang tak mampu bisa naik Haji di luaran sana. Beruntunglah jika anda seorang pegawai bergaji besar. Mulailah mengumpulkan uang untuk berangkat. Banyak orang diluaran sana yang punya mimpi mulia yakni bertamu Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *