Alkisah Dua Orang Teman yang Berdoa Kepada Allah

teman yang berdoa kepada Allah

Alkisah dua orang teman yang berdoa kepada Allah. Ini kisah tentang seorang pemuda bersama temannya. Keduanya tengah mengadakan perjalanan ke lautan lepas, hingga mereka tenggelam tersapu ombak.

Beruntung keduanya teman itu mampu berenang ke pantai. Mereka selamat sampai ke pinggiran pantai sebuah pulau. Tempat itu begitu terpencil, sepi, tidak terdapat jejak- jejak kehidupan manusia.

Pulau itu tidak memiliki binatang tingga di sana. Karena tempat itu kering dan pohonnya tidak tumbuh. Alkisah dua orang teman yang berdoa kepada Allah. Keduanya berharap sebuah keajaiban yang hanya Allah mampu.

Mereka berdoa kepada Allah agar keduanya selamat. Berdoa agar mendapat jalan keluar dari sana. Namun doa keduanya tidak kunjung terjawab. Mereka hampir mati karena keadaan yang tidak menguntungkan.

Apakah Mereka Tak Pantas Dikabuklan Doanya?

Satu hari, yang paling muda menyerah, dan berpikir mereka harus berpisah tempat. Ia berpikir mungkin salah satu dari mereka berdosa. Keduanya lalu membagi dua pulau tersebut untuk ditinggali.

Masing- masing akan hidup sendiri tanpa satu sama lain. Harapan dari yang paling muda mungkin doanya akan terkabul. Sang teman pun setuju saja akan pandangan tersebut dan hiduplah mereka terpisah.

Keduanya yakin satu diantara mereka mungkin sangat berdosa. Entah yang mana keduanya mungkin punya masa lalu kelam.

Bagian pulau yang ditempati itu mulai ditumbuhi tanaman. Bahkan dari tanah keluarlah air yang memancar. Yang paling muda merasa senang, dan dia kemudian mengunjungi temannya di sisi lain.

Ternyata bagian pulau milik temannya masih kering kerontang. Ia kemudian berdoa kembali untuk mencoba. Dan ternyata doanya terkabul dia dapat makan dari tanaman yang berbuah.

Dengan kehendak Allah maka tumbuhlah buah dari pepohonan. Dan air yang mengalir dari tanahnya yang tak kering- kering. Yang paling muda itu kembali menengok temannya di sisi lain.

Doa Siapa yang Terkabul?

Ia yang merasa doanya selalu dikabulkan Allah berpikir: Sudah saatnya dia berdoa untuk keselamatannya. Ia pun berdoa kepada Allah untuk dapat diselamatkan kembali ke desanya.

Dia begitu bahagia tau bahwa doanya terkabul. Dia berpikir, “mungkin dia orang yang jauh dari Allah, dan itulah mengapa doanya tidak terkabul”. Dia juga mulai berpikir apakah ini salah temannya.

Apakah keduanya tenggelam karena dosa temannya? Hingga datanglah satu kapal yang menghampiri. Dengan ijin Allah, kapal itu membawanya pergi untuk menemui keluarganya, akhirnya dia terbebas!

Ketika dia kembali ke desanya di pulau yang lain. Seorag tua datang untuk menemuinya. Dia bertanya dimanakah temannya itu berada. Dia berkata, “dimanakah teman mu?”.

Sang pemuda sangat terkejut mendengar hal itu. Tetapi dia mampu untuk mengendalikan dirinya.

“Teman yang mana?” tanyanya kembali.

“Satu orang yang bersama mu di pulau itu,” orang tua itu berkata.

Sungguh mengejutkan kenapa orang tua itu tau. Keberadaan temannya yang ditinggal itu diketahui. Padahal dia menyembunyikan semua tentang itu. Dari ketika ia ditemukan, ditolong, dan sampai ke rumahnya.

“Kenapa aku harus menolongnya, jika doanya saja tidak dikabulkan oleh Allah sendiri,” ia menjawab.

“Apakah kamu tau, aku telah bertanya kepada teman mu yang tertinggal di sana, yang mana cuma punya satu doa. Hanyalah itu yang dipanjatkan di pulau itu, dan sudah dijawab Allah sejak lama.”

“Apa doanya?” sang pemuda bertanya.

“Sebenarnya, salama ini dia berdoa kepada Allah untuk mengabulkan semua doa mu ketika kamu khawatir dan ketakutan. Dan doanya telah dijawab Allah sejak saat itu.”

Pemuda itu tertegun mendengar ucapan orang itu. Ternyata salam ini doa temannya lah yang terkabul. Sunggu dia beruntung mendapatkan teman yang baik. Subhanallah. Subhanallah.

Masya Allah, sungguh beruntung pemuda itu mendapat teman yang baik. Ia begitu baiknya mendoakan dirinya. Padahal dia telah menelantarkan dirinya hingga sekarang.

Pemuda itu terduduk lemas, menangis sejadi- jadinya, sungguha dia sangat beruntung bisa selamat dari kematian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *